Halo teman-temannya dan calon teman-temannya Budiman Hakim,

Kalo Anda pernah mengenal atau malah sudah menjadi temannya Budiman Hakim dan belum memiliki buku ini, mending jangan buang-buang waktu. Langsung aja klik link "Buy Now", bayar pake Paypal atau Kartu Kredit, terus langsung download (unduh) buku Si Muka Jelek.

Kalo belum punya akun Paypal, terus males bayar pake kartu kredit, bisa juga transfer ke rekening BCA. Udah gitu sms untuk kasih tau kalo udah bayar, supaya link downloadnya bisa segera dikirim lewat email.

Soalnya, kalo Anda temannya Budiman Hakim--yang sering dipanggil Om Bud (bahkan anak-anaknya sendiri bilang, "Aku nggak punya ayah, punyanya Om Bud!)--pasti Anda tahu bahwa berada di sekitar Om Bud itu menyenangkan, karena dia selalu punya bahan cerita yang senantiasa berhasil membuat kita ketawa lepas, bahna lucunya!

Nah, buku Si Muka Jelek ini, sarat dengan cerita-cerita yang model begitu. Bahkan lebih!

Kalo Anda belum menjadi temannya Om Bud yang merupakan salah seorang pendiri MACS909 Advertising Agency, dan mau berteman dengannya, tidak ada lagi momen yang lebih tepat daripada sekarang ini.

Nah, supaya lebih enak, mari sedikit lebih mengenal lulusan tahun 1990 dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia (sekarang Fakultas Ilmu Budaya), Jurusan Sastra Perancis ini, langsung dari penuturannya sendiri:

 

Bintang saya Gemini. Two persons trapped in one body, kata orang. Tau ga? Boleh percaya dan boleh tidak, saya suka mencurigai bahwa saya memang rada-rada berkepribadian ganda loh.

Kenapa?

Karena kadang saya lebih suka menyendiri tapi di lain saat saya pengen selalu berada di keramaian sampe takut ke luar dari keramaian itu. Kadang saya merasa adalah orang baik. Orang yang selalu patuh pada peraturan dan norma-norma yang ada. Tapi ga jarang juga saya suka merasa bahwa saya adalah orang ga bermoral yang selalu mendobrak norma dan hukum. Merasa bahwa saya orang bejat ga berakhlak yang membuat orang membenci saya.

Mungkin itu sebabnya orang sering menilai saya berdiri di area abu-abu.

Pernah saya bercita-cita jadi pemusik yang bisa bermain di Madison Square Garden dengan pengunjung membludak dan sorotan banyak lampu ke arah saya. Pokoknya saya adalah center of the universe. Tapi ga sampe dua hari, tiba-tiba saya bercita-cita pengen jadi pertapa yang hidup bertahun-tahun di dalam gua seorang diri. Saya bersemedi tanpa makan dan minum merenungi hakikat hidup.

Yang paling norak, saya pernah bermimpi jadi pemain blue film. Hahahahaha… Lucunya di saat yang sama saya juga berkhayal menjadi kyai yang sangat mengerti makna Qur’an sampe mendetil. Saya punya pesantren besar di puncak gunung terpencil dengan ribuan santri yang berasal dari seluruh dunia.

Kadang saya begitu tergila-gila sama perempuan Afrika karena buat saya warna kulit orang Afrika yang hitam itu begitu eksotik namun lain harinya saya begitu menggandrungi perempuan Cina. Kulit perempuan Cina buat saya begitu menawan mulus berkilau seperti pualam.

Alhamdulillah, saya ga pernah menyesali keadaan itu. Bahkan bersyukur sekali karena jadinya pengembaraan batin saya lebih bervariasi. Rasanya pengalaman batin jadi lebih kaya dari seharusnya. Dan semua pengalaman itu banyak gunanya dalam menyikapi hidup, dalam pemikiran dan tentu saja termasuk dalam penulisan.

Saya setuju dengan pemahaman bahwa berkah dan bencana sangat tergantung pada bagaimana kita menyikapinya. Dengan menjadi orang yang senantiasa bersyukur, Insya Allah kita semua akan selalu menyikapi segala hal dengan positif.

 

Yah, begitulah sedikit tentang Om Bud, yang dianggap oleh banyak orang sebagai salah seorang selebriti di industri periklanan negeri ini. Setidaknya menurut dirinya sendiri.

Dalam soal penulisan ada hal penting yang belum dia singgung di tulisannya tadi: Pengamatan.

Om Bud itu seorang pengamat yang baik. Bukan hanya itu, langganan pemenang Award di ajang Citrapariwara dan Pinasthika ini juga seorang pencatat yang baik. Dia seringkali mencatat hal atau pengalaman-pengalaman yang menurut pengamatannya menyentuh sesuatu dalam dirinya, membuat dia bereaksi, entah terharu, tertawa, terkagum-kagum, merasa diri blo'on, merasa diri jenius, gegetun, bete, mendelu, jengah, sebel dan lain sebagainya.

Namun di luar itu semua, yang membuat kita semua jadi bisa ikut menikmati hal-hal atau pengalaman-pengalaman yang secara cermat dia amati dan catat itu adalah karena Sang Pengarang buku Lanturan Tapi Relevan, Ngobrolin Iklan Yuk!!! dan Sex After Dugem ini juga seorang pembagi yang baik.

Seringkali dia membagi hal-hal dan pengalaman tadi melalui twit-twitnya di Twitter, blog-blognya di Blogspot, cerita-cerita yang dia sampaikan selagi ngobrol bersama teman-temannya, serta artikel-artikel dan buku-buku yang dia tulis.

Termasuk buku keempatnya, Si Muka Jelek, yang kini dapat Anda miliki dalam format digital.

Sebagai contoh atau ilustrasi dari apa yang barusan disampaikan, silakan simak cuplikan dari buku Si Muka Jelek bagian yang paling depan, yaitu: Ucapan Terima Kasih.

Biasanya, salah satu bagian yang paling membosankan dari sebuah buku adalah bagian Ucapan Terima Kasih itu. Entah kenapa, banyak pengarang yang seakan kehabisan energi dalam menuliskannya. Tapi tidak buat Om Bud.

Ia mampu mengemasnya sedemikian rupa, sehingga membuat kita sebagai pembaca jadi lupa bahwa kita sebenarnya sedang membaca bagian Ucapan Terima Kasih dari sebuah buku.

 

Terimakasih Itu Menyejukkan

Seperti biasa pagi itu saya pergi ke kantor dari rumah saya di Cibubur. Di gerbang Tol Kampung Rambutan menuju ke Jalan Tol TB Simatupang saya berhenti. Tidak seperti biasanya, si penjaga tol menyapa saya. Padahal biasanya nengok ke kita pun kagak. Umumnya penjaga tol cuma nadahin tangan doang lalu menyambar uang kita tanpa mengucapkan sepatah kata.
“Selamat pagi.” katanya dengan suara riang.
“Selamat pagi juga,” sahut saya sambil menyerahkan uang sebesar Rp10.000.

Sambil menunggu uang kembalian, saya menatap ke arah penjaga tol itu. Dia seorang laki-laki berkulit gelap, berusia sekitar 50 tahun. Wajahnya sama sekali ga ganteng tapi tampak berseri-seri dengan senyum kecil ga pernah lepas dari bibirnya. Saya suka ngeliat parasnya. Tipe orang yang menikmati hidup dan senantiasa bersyukur dengan apa yang dimilikinya.

“Terimakasih banyak Pak. Hati-hati ya mengemudi.” kata Bapak itu lagi seraya menyerahkan uang kembalian ke saya.

Sungguh sejuk perasaan ini. Cara Bapak itu mengucapkan terimakasih terdengar begitu tulus ke luar dari hatinya. Bukan hapalan yang diperoleh dari training perusahaannya. Saya jadi semangat mengawali hari dengan dibekali keramahan seperti itu.

Besok paginya saya ketemu lagi sama Si Bapak. Dan sikapnya masih seperti kemaren, ramah dan penuh energi. Bahkan yang lebih hebatnya lagi, dia ternyata masih mengenali saya.

“Wah, ketemu lagi kita. Selamat pagi Bapak.” sapanya sambil meraih uang dari tangan saya.

“Selamat pagi juga. Kok bisa inget sama saya?”

“Ya inget dong. Masa baru sehari lupa?” sahutnya dengan jawaban sederhana lalu melanjutkan, “Ini kembaliannya. Terimakasih dan hati-hati di jalan ya.”

“Terimakasih juga.” sahut saya sambil berlalu memasuki jalan Tol TB Simatupang.

Begitu berpengaruhnya keramahan Si Bapak sehingga setiap hari saya memerlukan diri untuk selalu memilih gerbang tol tempat Pak tua itu bermarkas.

Hari demi hari, hubungan kami makin akrab walaupun pembicaraan tetap ga lebih dari ucapan terimakasih dan hati-hati di jalan doang. Abis gimana lagi? Kami ga sempet berbicara lebih banyak karena mobil-mobil di belakang udah neror dengan klaksonnya.

Sampai suatu hari Bapak itu menghilang. Ga jelas ke mana. Konon kata orang dia dipindah ke gerbang tol lain tapi ga tau gerbang tol yang mana. Dan percaya ga? Saya sedih loh. Aneh deh, rasanya ada yang hilang, rasanya ga asyik mengawali hari tanpa keramahan Si Bapak.

Dan ternyata bukan saya aja yang merasakan hal itu. Isteri saya juga merasa kehilangan. Dan yang lebih aneh, ketika kami lagi ngumpul-ngumpul bersama temen-temen satu komplek, mereka juga sedang membicarakan Si Bapak penjaga tol. Keramahan Bapak itu ternyata telah memberi bekas yang mendalam di hati banyak orang. Bayangkan, begitu hebatnya ucapan terimakasih kalo diucapkan dengan hati tulus ikhlas.

Saya ga tau Bapak itu berada di mana tapi Si Bapak telah meyakinkan saya bahwa kata 'Terimakasih' yang tampak begitu sepele ternyata bisa begitu berarti bagi orang lain. Saya sangat berterimakasih pada Bapak Penjaga Tol atas keramahannya yang telah membuat saya optimis menghadapi hari dan memacu semangat saya untuk bekerja dan menyelesaikan buku ini.

Karena itu saya juga ingin mengucapkan terimakasih sebesarbesarnya buat semua pihak yang telah mendukung sehingga buku ini dapat terbit. Khususnya buat Chappy Hakim, Glenn Marsalim, Amira Hapsari, Saiful Huda, Ridward Ongsano, Asep Herna dan semua pihak yang telah membantu.

Terimakasih khusus saya tujukan kepada Butet Kartaredjasa yang telah membantu saya sehingga buku ini dapat terbit.

Terimakasih juga perlu saya tujukan buat Ariyanto Zainal dan semua penghuni MACS909.

Semoga Allah SWT memberkati kita semua. Amin.

 

Kalau bagian Ucapan Terima Kasih saja sudah berhasil disampaikan dengan daya tarik sekuat itu, apa lagi isinya!

Oleh karena itu, tidaklah mengherankan bila Si Muka Jelek memperoleh komen-komen positif dari mereka yang sudah membacanya sampai tuntas.

 

 

Juinita Senduk

Membaca buku Budiman Hakim, "Si Muka Jelek" membuat saya selalu merenung dan termotivasi untuk selalu menuliskan pertemuan saya dengan 'kehidupan'. Ditulis dengan gaya bahasa yang ringan dan tanpa berusaha menimbulkan kesan sebagai 'pendakwah' atau membuat dirinya menjadi si maha suci, membuat saya nyaris tidak dapat melepaskan buku itu dari genggaman tangan saya. Bahkan saya harus memaksa diri saya berhenti untuk membaca jika tidak ingin pekerjaan kantor saya terbengkalai.

Seperti halnya 'Sex After Dugem', beberapa artikel dalam buku ini membuat diri saya tertegun dan menyadari beberapa hal yang terlupa. Tulisannya yang berjudul "Vote Chappy Hakim As The Next President" membuat saya tercenung, andaikata para pemimpin juga mempunyai pemikiran yang sama seperti Chappy Hakim tentu bangsa kita akan lebih maju lagi. Tapi terlepas dari pemikiran Chappy, komentar Chappy lah yang membuat saya tercenung .. "I quit from airforce because I want to enjoy my life" .. keputusan yang sangat tidak mudah tentunya.

Tapi bukan itu saja, Budiman pun sanggup membuat saya terbahak-bahak, salah satunya lewat tulisannya yang berjudul "Insya Allahnya Siapa ?". Tidak disangka ada yang memotret "Insya Allah" dengan jujur.

Buku ini layak dibaca, buku yang berbicara tentang Kehidupan dengan bahasa yang sederhana, dengan kejujuran yang tanpa basa-basi.

Sumber

 

Ditta

Sukaaaa banget sama ni buku!!!!

isinya ringan tapi penuh makna. Cerita2nya sih memang ngga jauh2 dari kisah sehari2 si om Bud ini tapi itu dia karena kisah sehari-hari, jadi berasa deket aja dengan kehidupan kita...yang paling gw suka cerita tentang si Ferdi, preman tukang mabok yg aujubilah aneh bin ajaib...

Trus ada juga kisah tentang Reo, anak om Bud yg jadi cover di buku ini, yg ngegemesin dan bikin sang ayah pun tidak berkutik.

Pokoknya kalo suntuk dan bosen males ngapa2in,,,coba baca buku ini.

Dijamin fresh, fun, tapi penuh makna yg dalam walopun disajikan dengan canda dan apa adanya....

Sumber

 

Semua testimonial ini boleh dibilang baru mengungkap ujung dari sebuah gunung berapi besar. Bicara soal gunung berapi besar, yang menarik darinya adalah apabila kita menggali cukup dalam, maka boleh jadi kita menemukan batu-batu mulia yang sangat berharga.

Demikian pula kiranya dengan buku keempat Om Bud. Judulnya memang Si Muka Jelek, tapi isinya... sungguh rancak bana (bahasa Padang, artinya "bagus sekali").

Berikut adalah bunga rampai judul dari isi buku yang kedalamannya mencapai lebih dari 290 halaman dan sangat laik gali ini:

 

  • Wiederholung, Pemain Sepak Bola Terhebat Di Dunia

  • Daripada Mencela Lebih Baik Diam

  • Reuni Itu Indah

  • Ngupas Udang

  • Reinkarnasi Si Untung

  • Lena Vs Lena

  • Ngitung Bintang 1

  • Ngitung Bintang 2

  • Tato Di Pantat

  • Vote Chappy Hakim As The Next President!

  • Ngomong Ngelantur

  • Insya Allahnya Siapa?

  • Enaknye Ga Seberape, Gurihnye Ga Tahan

  • Si Muka Jelek

  • Cuma Geludug Doang Tapi Ga Pernah Ujan

  • Jatuh Cinta Lagi Setelah Menikah

  • I Love You Full, Mbah

  • Berkah Atau Bencana? 1

  • Berkah Atau Bencana? 2

 


CARA MEMESAN

Bila Anda tertarik untuk memiliki Si Muka Jelek versi digital, Anda dapat mengunduhnya lima menit dari sekarang, walau waktu menunjukkan jam 3 pagi sekalipun! Caranya gampang:

 

Klik aja link bayar secara online melalui Paypal di bawah ini. Harga sangat terjangkau. Cuma US $5,5 (kurang lebih Rp 50.000). Paypal belum bisa terima pembayaran IDR saat ini, makanya kurs USD yang dipakai. Kalau belum punya akun Paypal dan tidak mau punya, Paypal juga menerima pembayaran dengan kartu kredit. Dijamin aman. Paypal... gitu loh!

 

 

Setelah pembayaran berhasil dilakukan, Anda langsung diarahkan ke halaman tempat link unduh berada, sehingga Anda bisa langsung unduh Si Muka Jelek seketika.

Bila Anda belum punya akun Paypal dan tidak terlalu masalah untuk bisa unduh sedikit lebih lama, silakan transfer dana pembelian buku Si Muka Jelek versi digital sebesar Rp 45.000 ke rekening:

 

Bank BCA
Atas nama : PT Mitraguna Adikriya
No. Rek. : 126.000587337-6
Cabang : Kemang

 
Bank Mandiri
Atas nama : PT Mitraguna Adikriya
No. Rek. : 0703017433
Cabang : Melawai

 

Setelah transfer, sms ke nomor ... dengan format sebagai berikut:

Nama Lengkap, Alamat Surel (Email), Nama Bank dan Jumlah Transfer.

Contoh:

Reo Hakim, reohakim@gmail.com, BCA, Rp 45.000.

Setelah sms kami terima dan kami verifikasi kebenarannya, kami akan segera mengirim link unduh ke alamat surel yang ada di sms tadi. Mudah, kan?

 

CARA DAPAT ISI BUKU SI MUKA JELEK SECARA GRATIS

 

Kalau Anda penasaran, kepingin tahu banget kayak apa sih isi Si Muka Jelek, kami bisa mengirim 1 Bab ke email Anda. Sekarang juga. Gratis. Caranya? Gampang. Isi aja formulir singkat di bawah ini. Klik tombol "Kirim".

Secara otomatis, Anda akan menerima surel dari kami yang berisi link untuk mengunduh 1 Bab dari buku Si Muka Jelek secara gratis. Siiiip, kan?

 

 

"Om Bud kirimin Bab Gratis
Si Muka Jelek ke sini yaaa! Thanks!
Nama:
Email:

 

 

Selamat menikmati Si Muka Jelek!

Garansi kami beneran loh!

Kalau Anda mampu membaca Si Muka Jelek dari awal sampai akhir, tanpa sama sekali senyum, nyengir, ketawa atau tanpa tersentuh sama sekali atau sama sekali nggak dapet manfaat apa-apa, kami kembalikan uang Anda 200%!

 

 

Tim Online Marketing Si Muka Jelek
MACS909 Online Marketing

 

Copyright @ Budiman Hakim, www.oombud.com